Marsinah - Marjinal
Kulihat
Buruh perempuan
Berkeringat
Membasahi bumi
Yang gelap
Energi yang kau curahkan
Begitu besar tlah kurasakan
Terhanyut dalam kesombongan terlupakan
Gemerlap cahayamu
Membentangi garis kehidupan
Ada lara rintih caci maki
Kau hadapi
Keringat dan ketegaranmu
Mengalir deras tak ternilai
Hanya tetes darah dan air mata
Yang kau curah
Ooo Marsinah
Kau termarjinalkan
Ooo Marsinah
Matimu tak sia sia
Pada lirik berjudul Marsinah dari Marjinal
ini menceritakan kematian Marsinah seorang buruh wanita sekaligus aktifis yang
vokal menyuarakan hak-hak buruh yang diculik dan dihilangkan nyawanya dengan kekerasan
yang berat. Pada bait pertama "Kulihat Buruh perempuan Berkeringat Membasahi
bumi Yang gelap" Menjelaskan bagaimana seorang buruh wanita yang bekerja
keras untuk menyuarakan dan menuntut apa saja hak-hak untuk buruh, atas kekeliruan
sistem pabrik yang memperlakukan buruh dengan semena-mena. Dalam kegelapan
sistem tersebut Marsinah berusaha keras untuk meminta keadilan atas hak-hak
seorang buruh.
Semangat juang dari seorang Marsinah
terlihat dalam bait kedua "Energi yang kau curahkan Begitu besar tlah
kurasakan Terhanyut dalam kesombongan terlupakan" usaha-usaha Marsinah
untuk menuntut hak-hak buruh tak pernah padam hingga hidup di diri para pemuda
saat ini, ada seperti suatu semangat yang Marsinah tularkan pada 'aku' dalam lirik
tersebut. Bagaimana buruh-buruh yang dedikasinya sangat besar itu seringkali terlupakan,
hingga hak-hak mereka sering pula tidak dipenuhi. Itulah yang membuat Marsinah
merasa perlu untuk bersusah payah membela buruh.
Dalam bait ketiga "Gemerlap cahayamu Membentangi
garis kehidupan Ada lara rintih caci maki Kau hadapi." Marsinah adalah
seorang pahlawan untuk para buruh, usahanya tak hanya hidup saat ia masih hidup
bahkan ketika ia telah meninggal itu menjadi sebuah semangat untuk para buruh
menuntuk hak-hak mereka. Meski dalam perjuangannya ia menemukan banyak
kesengsaraan menghampiri kehidupannya caci maki terhadanya, ia tetap tegak dan
tak pernah mundur menyampaikan suaranya.
"Keringat dan ketegaranmu Mengalir
deras tak ternilai Hanya tetes darah dan air mata Yang kau curah" bait
tersebut menjelaskan ketegaran dan usaha Marsinah yang sangat berharga bahwa
perjuangannya tak bisa hanya dipandang sebagai angin lalu saja hingga ia harua
meninggal dengan cara yang tidak berkemanusiaan, air mata yang selama ini
mengalir deras. Marsinah kehilangan nyawa hanya karena ia menuntut hak-hak
buruh yang tidak dipenuhi oleh penguasa.
Untuk bait terakhir "Ooo Marsinah Kau
termarjinalkan Ooo Marsinah Matimu tak sia sia" Marsina ia sudah
terpinggirkan tapi kematiannya tak pernah jadi sia-sia. Ia menjadi seseorang yang
tak takut penguasa karena ia benar. Meski ia dipandang sebelah mata tapi kematiannya
membuat banyak orang sadar bahwa hak-hak buruh harus terus disuarakan. Kematiannya
tak pernah menjadi sia-sia karena usaha dan kerja kerasnya akan terus
terkenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar